Wednesday, 27 March 2013

Aneka Makanan yang Kita Pikir Menyehatkan


Begitu banyak makanan di pasaran yang mengklaim menyehatkan tubuh. Sayangnya saat kita mengonsumsi makanan tersebut, manfaat kesehatan yang kita peroleh justru sedikit.
Sebenarnya memang kita tak mendapatkan masalah kesehatan dengan mengonsumsi makanan tersebut dalam takaran yang wajar.
Tapi begitu kita mulai memakannya dalam jumlah yang banyak, mereka akan menjadi tak menyehatkan. Berikut beberapa makanan yang sebenarnya tak menyehatkan.
1. Jus buah
Meminum jus buah adalah cara cepat untuk menambah berat badan dan merusak kesehatan gigi. Jus buah mengandung sedikit buah tapi lebih banyak kandungan gula, air, aditif kimia untuk menambahkan rasa serta pengawet yang tak sehat.

Akan lebih baik jika kita mengonsumsi buah segar yang kaya serat. Selain itu buah segar juga memiliki kadar kalori rendah dibandingkan jus. Buah juga kaya vitamin dan mineral. Agar terhindar dari efek negatif jus buah, konsumsilah dalam takaran yang wajar.
2. Sereal
Banyak sereal yang kaya kandungan gula. Bahkan kandungan gula yang terlalu banyak membuat nutrisi lain yang berguna dalam sereal menjadi tak bermanfaat.

Periksalah label nutrisi sereal dengan seksama saat memilih produk ini. Jangan pilih sereal dengan kandungan 3 gram serat setiap 30 gram penyajian. Nilai itu sama dengan lebih dari 2 gram gula setiap penyajian sebanyak 30 gram.
Carilah yang berkadar 5 gram serat per 30 gram jika memungkinkan.
3. Salad
Banyak orang yang berpikir makanan dengan nama salad adalah pilihan yang menyehatkan. Padahal salad yang disajikan di restoran dengan banyak tambahan berupa mayonnaise, kalori serta sodium justru menjadi tak menyehatkan.

Hindari mengonsumsi salad dengan tambahan kalori yang banyak. Coba pilih dressing yang menggunakan minyak zaitun dan hindari salad dengan heavy dressing.
4. Produk susu olahan
Jika sebelumnya produk susu olahan (whole milk) dipandang menyehatkan, saat ini karena kandungan kolesterol yang tinggi serta lemak jenuh membuatnya produk susu olahan ini patut dikurangi konsumsinya.
Belum lagi produk susu olahan juga telah mendapatkan pengawet atau bahan lain untuk mengubah rasa serta teksturnya, sehingga Anda patut berhati-hati saat mengonsumsi produk ini.

5. Smoothies
Selama ini smoothies menjadi makanan kesukaan mereka yang tengah berdiet. Tapi hati-hati, karena smoothies juga memiliki kandungan kalori yang tinggi sehingga mengonsumsinya justru dapat merusak diet Anda.

6. Minuman soda diet
Banyak yang mengira dengan mengonsumsi minuman soda diet lebih menyehatkan ketimbang minuman soda karena lebih sedikit kandungan kalori serta gula di dalamnya.

Sebaiknya Anda juga menghindari minuman ini karena kebanyakan menggunakan aspartame sebagai pengganti gula sebagai pemanisnya. Selain itu minuman soda diet juga menggunakan bahan pengawet serta warna kimiawi.
Hasilnya mereka yang mengonsumsi soda diet justru mengalami ketidakseimbangan insulin serta kadar gula dalam darah.
7. Waspadai label fat free
Memiliki label bebas lemak tak berarti makanan tersebut lebih sehat. Bahkan produk yang mencantumkan label fat free justru mengandung lebih banyak kalori dibanding produk yang tak berlabel fat free.

Ini terjadi karena produk tersebut menggunakan pencita rasa buatan serta pemanis buatan agar terasa lebih enak saat dikonsumsi.

Tuesday, 26 March 2013

Inilah Pentingnya Air Bagi Tubuh


Air merupakan komponen yang paling banyak menyusun tubuh kita. Seperti dikutip dari Guyton's Textbook of Medical Physiology, jumlah total air dalam seorang lelaki dewasa dengan berat rata-rata 70 kg sekitar 40 liter, dan jumlah itu sekira 57 persen dari jumlah keseluruhan bobotnya.
Pada bayi yang baru dilahirkan air menjadi komponen utama penyusun tubuh dengan rata-rata 75 persen dari berat tubuh terdiri dari air.
Secara berangsur-angsur jumlah air semakin kurang dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, dimana pengurangan terbanyak terjadi dalam 10 tahun pertama kehidupan manusia.
Bahkan jumlah air tersedikit pada tubuh manusia yang terjadi pada mereka yang mengalami obesitas berada di kisaran 45 persen.
Air begitu penting dalam kehidupan kita, jika secara umum manusia bisa bertahan hidup hingga delapan minggu tanpa makanan. Sebaliknya jika kita tak mendapatkan pasokan air, rata-rata dari kita hanya mampu bertahan hidup selama tiga hingga empat hari saja. Lalu apa saja guna air dalam tubuh kita? Inilah aneka guna air bagi tubuh:
1. Mengatur suhu tubuh.
2. Melembabkan jaringan tubuh seperti pada jaringan mulut, mata dan hidung.
3. Melindungi organ vital tubuh dan jaringan tubuh.
4. Membantu mencegah sembelit.
5. Mengurangi beban kerja ginjal dan hati dengan membuang kotoran keluar dari tubuh.
6. Melumasi persendian.
7. Membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh.
8. Membantu melarutkan mineral serta nutrisi lain dan membuatnya mudah diserap tubuh.

http://www.beritasatu.com/riset/104070-inilah-pentingnya-air-bagi-tubuh.html

Saturday, 9 March 2013

Menulis Itu Gampang!


Itu judul sebuah buku saku, yang kubeli entah berapa tahun lalu, saat berniat untuk serius menulis. Buku, yang bersama beberapa buku lain sejenis, sayangnya tidak sempat kubaca, hanya menjadi penunggu rak buku, terselip diantara Harry Potter danCoelho yang malah dibaca bolak balik, seperti kitab suci.
Jadi, niat menulisku, ya tetap hanya niat. Percikan ide hanya tercecer kesana kemari, di status facebook, di email-email panjang ke teman – teman terdekat, dan yang terbanyak, hanya bermain-main di dalam kepala, kemudian terlupa. Belakangan, beberapa teman sekampus satu persatu menerbitkan karya. Membaca mereka, aku jadi panas lagi, terlebih mereka-mereka ini memang ‘niat’ untuk manas-manasin temannya yang punya 1001 alasan untuk TIDAK menulis ini.
Nah, sebagai seorang pemula, ini trik ku dalam memaksa diri untuk menulis. Karena, walaupun aku percaya yang namanya writer’s block itu adalah mitos, tetap saja butuh usaha untuk membebaskan jiwa penulis yang terpenjara.
#1. Tulis tentang diri sendiri. Kisah kelahiran, kenakalan masa kecil, pacar pertama, daftarnya bisa panjang sekali. Karena diri sendiri, mau tidak mau, adalah topik yang paling kita kuasai. Jadi, sebagai pemula, ya aku menulis tentang diriku sendiri. Aku bahkan membuatnya dalam bentuk 25 hal acak tentang diriku (25 random things about me), ide yang kudapat dari postingan seorang kenalan di facebook.
#2. Curhatan teman. Mungkin karena sempat - meminjam istilah yang dipakai Deddy Corbuzer- , ‘berobat jalan’ ke fakultas Psikologi, atau memang sifat alamiku suka dicurhati, banyak teman memilih curhat alias konsultasi gratis, mulai dari masalah asmara, pekerjaan, sampai rumahtangga dan anak. Bertahun – tahun mendengar curahan hati orang lain, membuat banyak skenario di dalam kepala. Ini sumber yang kaya untuk ditulis. Tentu, sedapat mungkin diacak tokoh dan jalan cerita, agar tidak menimbulkan pelanggaran hak pribadi dan merusak kepercayaan yang sudah diberikan teman si pelaku curhat.
#3. Kenali kebiasaan buruk, siasati. Tentu yang kumaksud disini adalah kebiasaan buruk dalam menulis. Buatku, itu adalah sulitnya untuk fokus. Begitu di depan komputer, buka aplikasi word, segera saja aku disibukkan dengan pilihan-pilihan font yang bentuknya menggoda. Mencoba satu persatu, dan tiba-tiba saja, minat menulis raib. Atau, penggangggu lain: internet. Mulai dari facebook, tempatku bergaul, pinterest, tempatku menghayal, sampai ke situs-situs berita dan gosip selebriti, yang biasanya, jika tidak sedang berniat menulis, ya tidak menarik perhatianku. Trikku adalah, begtu berniat menulis, koneksi internet kuputuskan sementara. Jadi cukup hanya bermain di aplikasi word atau notepad.
#4. Manfaatin gadget. Jangan hanya terpaku pada komputer atau laptop. Tablet, smartphone, bahkan kertas post it bisa dimanfaatkan untuk mencatat ide yang tiba-tiba muncul. Buatku, yang paling sering kupakai adalah aplikasi notepad di Blackberry. Beberapa kali terjadi, , dari tulisan-tulisan sebaris yang diketik sambil lalu, setelah diolah di kemudian hari, jadi sebentuk karya berupa puisi.
#5. Catat Mimpi. Terus terang, setelah punya bayi, dan merasa tidak aman meletakkan notes, pensil atau bahkan handphone di bawah bantal, seperti kebiasaan di masa lajang, mencatat mimpi sudah sangat jarang kulakukan. Selain itu, setiap malam, seperti umumnya ibu yang punya bayi usia di bawah setahun, tidur tidak sempat bermimpi, sudah terbangun lagi. Tapi, seandainya memungkinkan, mimpi adalah sumber skenario yang luas juga, karena sifatnya yang tidak mengenal dimensi ruang dan waktu.
#6. Buka kamus. Mungkin ini terdengar aneh, tapi aku pecinta kamus. Mulai dari kamus standar bahasa Inggris versi Hasan- Sadily, kamus slang khas Australia, kamus Inggris versi Oxford, kamus Perancis yang setebal bantal, kamus Hindi. Satu yang sampai sekarang belum kesampaian kukoleksi, justru kamus besar bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta. Kadang, aku membaca satu kata, contohnya “blatant” yang artinya blak-blakan, tiba-tiba saja aku dapat ide untuk menulis tentang seorang gadis yang sedang patah hati, saat kisah cinta terlarangnya, kandas, dan curhat ke sahabatya yang bukannya menghibur malah membombardir dengan komentar-komentar pedas yang ‘blatant’ dan justru malah menyadarkan si gadis untuk menghapus airmatanya, dan merubah perspektif.
#7. Lirik Lagu. Bisa dibilang, lirik lagu adalah salah satu sumber khayalanku terbesar. Tentu saja llirik lagu yang maknanya masih samar-samar, bukan yang ceritanya terbaca jelas, seperti lagu Surti dan Tejo dari Jamrud Band. Contoh lagu kebangsaan dalam menghayal buatku adalah Just for you, dari Richard Cocciante. Selalu cerita yang berbeda, terbayang jika mendengar lagu tersebut. Selain itu, lagu bisa membawa ingatan melayang pada kenangan tertentu, yang dapat dijadikan ide cerita juga.
#8. Ganti – ganti bentuk tulisan. Jika pikiran mendadak buntu saat sedang mengerjakan satu proyek, cerita pendek misalnya, aku biasanya langsung mengganti bentuk. Apakah puisi, walaupun hanya draft, quotation, bahkan one liner. Kalau benar-benar buntu, kadang aku hanya menuliskan serangkaian kata acak, sekedar mengalihkan pikiran dari cerpen yang sedang dibuat. Hanya perlu diwaspadai adalah jangan sampai pada saat buntu, malah buka – buka internet. Buatku, #3 yang akan terjadi. Hilang fokus.
#9. Ciptain waktu khusus. Karena ada bayi dan tanpa asisten, maupun nanny, waktuku menulis adalah saat Xavier tidur. Semua kegiatan rumahtangga lain, dapat menunggu. Karena, memasak, mencuci piring, melipat cucian, semua bisa dilakukan sambil mengawasi bayi bermain. Tetapi, menulis, yang butuh konsentrasi penuh, tidak bisa. Jadi, sedapat mungkin, walaupun hanya maksimal satu jam sehari, aku usahakan mencuri waktu untuk menuangkan ide.
#10. Kompasiana. Walaupun sudah sering membaca tulisan-tulisan di Kompasiana beberapa tahun yang lalu, aku baru mulai bergabung kurang dari sebulan. Ceritanya, dulu aku terobsesi punya website pribadi, tempat menampung semua tulisanku. Tapi, setelah hampir 10 tahun mencoba, berganti - ganti website, mulai dari yang gratis, hingga yang tidak, tetap saja aku tak konsisten menulis. Berbagai alas an basi; bosan dengan tampilan website, lupa password, hingga jenuh karena tak ada pengunjung. Kuakui, melihat tulisanku dibaca, bahkan dikomentari oleh orang-orang yang tak kukenal, seperti bahan bakar yang menyalakan mesin ide di kepalaku. Tiba-tiba saja, segala macam hal tampak menarik untuk ditulis. Soal mutu tulisan, kupikir itu terkait erat dengan jam terbang dan kemauan belajar. Yang penting, menulis dulu, sambil belajar dari sesama penulis di Kompasiana.
Itu caraku membebaskan ‘narapidana pena’. Bagaimana caramu?
Waidhan, India. 080313

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/08/menulis-itu-gampang-541062.html

Saturday, 19 January 2013

Pekerjaan yang Tingkat Stresnya Rendah


Di awal tahun biasanya banyak yang menyimpan resolusi. Konon, resolusi paling sering adalah menurunkan berat badan. Tetapi ada pula yang punya resolusi untuk memiliki pekerjaan yang tingkat stresnya rendah. Situs yang membahas seputar karier,CareerCast.com mengulas 10 pekerjaan yang dinilai jauh dari stres. Berikut ini daftarnya:

1. Profesor di universitas
Profesor di universitas adalah orang penting di ranah pendidikan. Mahasiswa-mahasiswi yang ada di kelasnya memang sengaja memilih kelas itu atau, karena paket, harus berada di kelas yang diajarnya. Tak seperti guru di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dosen tak ada batasan usia khusus, tak ada pula penilaian yang keras. Tingkat stres: 6,45.

2. Penjahit
Penjahit profesional membuat busana khusus pesanan. Untuk alasan itu, mereka harus memerhatikan detail-detail pada pakaian, tetapi memiliki kesempatan untuk mengeluarkan kreativitasnya setiap hari. Kebanyakan penjahit bekerja di atmosfer yang tenang, memberi kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang tenang, fokus, dan tidak terganggu. Tentu yang dimaksud adalah penjahit yang tak banyak tenggat waktu maupun pesanan. Tingkat stres: 6,5.

3. Penata arsip kesehatan di rumah sakit
Arsip-arsip kesehatan pasien tentu harus diatur serapi dan sebaik mungkin agar memudahkan pencarian dan pendataan. Seiring bertambahnya klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit, bertambah pula kebutuhan akan posisi penata arsip. Tingkat stres: 7,5.

4. Ahli perhiasan
Pakar perhiasan bekerja jauh dari perhatian orang banyak, utamanya di workshop dan di belakang toko perhiasan. Kebanyakan pakar perhiasan yang sukses adalah wirausahawan yang memiliki gerai sendiri, mereka juga memiliki kesempatan besar untuk membeli dan menjual bebatuan berharga untuk keuntungan. Tingkat stres: 8,6.

5. Staf laboratorium medis
Staf laboratorium medis bekerja di lingkungan kondusif dan produktif, umumnya jauh dari hal-hal yang bisa mengalihkan fokus untuk menganalisa sampel. Bekerja jauh dari pandangan publik memberi ruang untuk teknisi bekerja dengan kecepatan mereka. Tingkat stres: 9,28.

6. Audiolog/Pakar pendengaran
Profesi audiolog adalah lapangan pekerjaan yang berkembang pesat belakangan ini. Menurut CareerCast, pendapatan profesi ini juga kian meningkat. Lingkungan pekerjaannya pun cukup menyenangkan, umumnya pasiennya tipe yang pasif, karena biasanya yang bermasalah dengan pendengaran adalah lansia. Kebanyakan audiolog memiliki tempat praktik sendiri dan bekerja dengan jam yang ia mau. Tingkat stres: 9,35.

7. Ahli diet
Pakar diet di AS memiliki peran penting dalam memerangi obesitas. Kebanyakan ahli diet bekerja dengan orang-orang dari usia dan latar belakang berbeda. Biasanya, pakar diet menciptakan rencana untuk masing-masing kliennya sesuai kebutuhan masing-masing. Tingkat stres: 10,24. 

8. Penata rambut
Penata rambut biasanya bekerja di lingkungan yang bergulir cepat, dengan pelanggan yang datang dan pergi sepanjang hari. Namun, kesempatan bercengkerama dengan pelanggan yang bisa menjadi kian akrab sebagai teman. Pekerjaan ini memberi kesempatan pelakunya untuk menyalurkan kreativitasnya. Walau penghasilan pastinya tidak selalu tinggi, namun bila hasilnya bagus, umumnya pelanggannya akan memberikan tips yang cukup besar. Tingkat stres: 10,41. 

9. Petugas perpustakaan
Petugas perpustakaan memiliki akses ke banyak buku bacaan, menjadikan profesi ini sangat tepat untuk yang suka baca. Mereka yang punya latar belakang dalam menyusun buku di perpustakaan memiliki banyak kesempatan bekerja di sekolah, kuliah, universitas, perpustakaan umum, serta bagian penelitian dan pengembangan di perusahaan tertentu. Tingkat stres: 10,58. 

10. Operator mesin bor
Walau bekerja menggunakan mesin berat di lingkungan industri, namun laporan ini mengatakan, operator mesin bor memiliki kesempatan untuk bekerja dengan kecepatannya sendiri. Hal ini membuat profesi ini sebagai salah satu pekerjaan paling diminati di industri manufaktur. Tingkat stres: 11,32.


http://www.beritasatu.com/karier/90578-10-pekerjaan-yang-tingkat-stresnya-rendah.html

Thursday, 17 January 2013

Anak Anda Hobi Menggambar?

Sebuah tulisan menarik di inspiredkidsmagazine.com ,  semoga bermanfaat..

Mungkin, di antara kita para orangtua, masih ada yang menganggap bahwa belajar menggambar untuk anak-anak adalah sebuah kegiatan khusus bagi mereka yang berminat pada seni lukis, atau yang secara umum dikatakan bahwa ia ‘berbakat’. Dewasa ini banyak orangtua yang mengikutkan anak-anaknya pada kursus atau ekskul menggambar. Beberapa dari para orangtua mempunyai pandangan bahwa keterampilan menggambar dapat berguna di kemudian hari bagi karier putra-putri mereka. Misalnya, berkarier di dunia desain. Alasan seperti ini cukup tepat dan baik.

Ada pula orangtua yang ingin keterampilan anak mereka berkembang ke arah perkembangan mental, yaitu dengan mengikutsertakan anak pada perlombaan-perlombaan guna menguji keberanian dan semangat berkompetisi, syukur-syukur menang. Hal ini pun tidak buruk. Namun sebaiknya janganlah menjadi ambisi orangtua semata.

Kalau kita amati, ketika seorang anak belajar menggambar ternyata banyak latihan-latihan yang dapat mendukung perkembangan mereka, selain keterampilan ada pula manfaatnya bagi perkembangan emosi mereka. Sekarang marilah kita bahas lebih mendalam mengenai manfaat-manfaat dari belajar menggambar dan hubungannya dengan perkembangan seorang anak, baik dari segi keterampilan dan perkembangan emosi.

Empat aspek belajar menggambar

Ketika seorang anak belajar menggambar, akan terjadi sebuah aktivitas atau sebuah proses pembelajaran yang mencakup indera penglihatan, pikiran, mental dan fisik anak tersebut. Masing-masing proses itu berhubungan dengan perkembangan keterampilan dan mentalnya.

Untuk memperjelas, proses tersebut dibagi menjadi empat aspek, yaitu:

1. Aspek visual, yaitu kemampuan visual anak yang berkembang ketika mereka berlatih menggambar dengan seorang pembimbing. Aspek ini meliputi:

Kemampuan merekam

Ketika seorang anak belajar menggambar, kemampuan pertama yang dilatih adalah kemampuan visualnya, yaitu kemampuan seorang anak untuk merekam sebuah obyek/bentuk yang dilihat. Seorang anak yang menggambar dari hasil ingatan penglihatan dia adalah ciri-ciri anak yang cerdas. Ia akan berkembang menjadi anak yang mampu memvisualkan sebuah ide, mengungkapkannya dalam bentuk gambar.

Kemampuan membedakan bentuk, jarak dan proporsi

Dalam belajar menggambar seorang belajar membedakan sebuah bentuk dan melihat obyek-obyek dengan ukuran berbeda hal ini berkaitan dengan jauh-dekatnya obyek-obyek tersebut dalam pandangan. Selanjutnya, mereka akan dilatih melihat sebuah obyek secara proporsional bentuk dan ruang.

Kepekaan terhadap warna

Dalam belajar menggambar seorang anak juga akan berkenalan dengan warna-warna beserta teknik-teknik pewarnaannya. Dengan latihan mengenal warna seorang anak akan belajar terbiasa dengan penampilan yang selalu berwarna, hal ini berpengaruh pada selera terhadap keindahan-keindahan. Serta mereka akan belajar tentang hamonisasi.

2. Aspek pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang teknik-teknik menggambar.

Dalam belajar menggambar, seorang anak akan diperkenalkan pada teknik-teknik menggambar. Teknik-teknik dalam menggambar adalah pengetahuan yang diperlihatkan kepada anak. Pelatih mengajak dan melatih teknik ini sehingga anak tersebut menjadi terampil menerapkan pengetahuannya ketika bekerja.

3. Aspek mental, yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai perasaan dan keinginan yang ada dalam dirinya demi mencapai tujuan tertentu. Aspek Mental yang berkembang dalam latihan menggambar meliputi:

Konsentrasi

Seorang anak yang belajar menggambar akan terasah konsentrasinya secara alami. Ketika ia sedang mewarnai misalnya, ia akan berusaha mewarnai sudut-sudut gambar dengan tekun. Ia pun akan termotivasi untuk menyelesaikan lukisannya dengan hasil yang baik. Konsentrasi adalah proses pemusatan perhatian pada satu obyek atau satu pekerjaan. Konsentrasi akan membantu seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan hasil yang maksimal. Hal ini sangatlah baik bagi kehidupan. Lihatlah bangunan-bangunan yang megah berdiri, tentulah dirancang dan dibangun melalui konsentrasi. Secara mental, seseorang yang mempunyai daya konsentrasi baik juga akan merasa lebih tenang. Ini adalah manfaat positif dari latihan konsentrasi.

* Kesabaran dan daya tahan

Kesabaran adalah kekuatan mental yang baik. Tentu yang dimaksud dengan sabar di sini bukanlah diam menunggu. Seseorang dapat dikatakan sebagai orang sabar, bila mempunyai ciri sikap yang tidak mudah menyerah, mau mencoba dan jika gagal ia akan mau mencoba lagi dan terus mencoba (gigih). Namun, janganlah dilupakan bahwa salah satu faktor kesabaran adalah konsentrasi. Kesabaran seorang anak dilatih melalui latihan konsentrasi. Juga ketika ia berusaha untuk menggambar dengan sebaik-baiknya, bukan asal jadi. Kesabaran juga dilatih ketika mereka menerima hasil yang tidak memuaskan, namun pelatih memberi dorongan untuk mencoba lagi. Kesabaran di sini lebih condong kepada sikap tabah.

Daya tahan adalah semacam kekuatan mental (ulet), tahan bekerja lama, tidak mudah mengeluh dan (termasuk) semangat atau antusiasme. Walau salah satu faktor daya tahan seorang anak adalah faktor fisik atau asupan gizi, tapi daya tahan dapat dilatih atau dibiasakan. Kita semua mungkin setuju jika anak-anak walaupun masih kecil harus mulai diasah daya tahannya. Bahkan anak-anak yang sedang bermain seperti berlari atau melompat, bermain bola atau bermain yang lain mereka juga tentu memerlukan daya tahan.

4. Aspek motorik, yaitu kecepatan, kelenturan dan kekuatan

Ketika berlatih menggambar, motorik seorang anak yang berkembang adalah gerak otot, khususnya otot-otot halus anak yang berada di sekitar pergelangan tangan serta jari-jari. Aspek fisik ini berpengaruh terhadap mental dan keterampilan anak dalam menggambar. Semakin anak terampil ia akan semakin percaya diri.

Aspek-aspek dalam menggambar ini ternyata merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Tentulah kita sebagai orangtua menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang cemerlang sehingga kelak menjadi orang yang berhasil dan berguna. Seorang anak akan merasa senang jika ia dapat menciptakan buah karyanya sendiri, apalagi bila didukung oleh sikap orangtuanya. Kepercayaan dirinya akan turut tumbuh. Jika kita sebagai orangtua sudah memberi arahan yang benar pada putra-putri Anda, maka Anda tak perlu lagi khawatir bila kelak anak Anda ingin menjadi seorang “seniman”.

Tips merangsang imajinasi anak

Kunci untuk merangsang anak untuk mau belajar menggambar adalah komunikasi. Contoh, jika kita bepergian dengan anak ke suatu tempat, misalnya ke pasar, mall, restoran, supermarket, rekreasi ke tempat wisata, atau mungkin melintas di jalan tol, ajaklah anak untuk memperhatikan sesuatu.

Jika kita berada di supermarket, ajaklah anak untuk memperhatikan bentuk-bentuk rak, display barang-barang atau trolley. Atau, ajaklah mereka untuk memperhatikan orang yang antri di kasir. Jika kita berada di pasar, ajaklah mereka untuk memperhatikan kesibukan-kesibukan orang-orang yang berjual-beli.

Dalam hal visual, misalnya kita sedang berada di dalam kendaraan yang melaju di jalan tol, ajaklah anak untuk melihat jalan yang menyempit karena menjauh. Lihat pula benda-benda yang semakin menjauh akan semakin kecil, pohon-pohon dan mobil akan semakin mengecil karena semakin jauh dari kita. Hal ini melatih visual anak secara perspektif.

Di lain tempat seperti wisata ke pantai, ajaklah mereka memperhatikan bentuk pohon kelapa, perahu dan sebagainya. Atau kalau kita di pegunungan ajaklah untuk memperhatikan bentuk pohon cemara, gunung atau bukit dan sebagainya.

Memang kita bisa melakukan itu sambil menonton bersama mereka di depan televisi, hal itu pun boleh dilakukan. Namun, sesuatu yang akan lebih kuat berkesan dalam ingatan adalah melalui pengalaman langsung yang nyata. Saya percaya kita dapat melakukannya dengan mudah.

Selamat mencoba...

:

Monday, 14 January 2013

kisah nyata arif si narapidana cilik yang cerdas

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.


Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.


Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.


Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?


Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

"Siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.


Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.


Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.


Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.


Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.


Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.


Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!


Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.


* Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. * Tulisnya singkat.


Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.


Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

http://m.kaskus.co.id/thread/50ead6c42775b4a76d00000e/kisah-nyata-arif-si-narapidana-cilik-yang-cerdas/

Saturday, 12 January 2013

Wanita Kaya Penyapu Jalan

Yu Youzhen (53) bukan perempuan biasa. Warga kota Wuhan, China ini memiliki kekayaan yang luar biasa. Menurut harian South China Morning Post, Yu adalah pemilik 17 gedung apartemen di Wuhan dengan nilai aset sebesar 1,6 juta dollar AS atau lebih dari Rp 15 miliar.

Namun, tak seperti orang kaya lainnya yang memilih bersantai menghitung kekayaan atau bepergian ke luar negeri, Yu tetap memilih bekerja di usianya yang sudah senja itu. Dan, pekerjaan yang dipilih Yu adalah petugas kebersihan kota dengan gaji hanya sekitar Rp 2 juta sebulan.

Sudah sejak 1998, Yu bekerja sebagai petugas kebersihan kota. Dia harus bangun sejak pukul 3.00 dini hari, lalu bekerja selama enam jam penuh membersihkan ruas jalan sepanjang 3 km dari sampah dan kotoran lainnya. Tak hanya itu, Yu harus bekerja selama enam hari dalam sepekan.

Sejatinya, Yu dan suaminya memang terlahir dari keluarga miskin dan terbiasa bekerja keras. Sejak 1980-an, Yu dan suaminya bekerja dari pagi hingga malam demi bisa menyisihkan sedikit uang. 

Jerih payah mereka terbayar, ketika mereka akhirnya bisa membangun rumah tiga lantai. Nah, beberapa ruangan di rumah tiga lantai inilah yang kemudian disewakan Yu untuk warga desa yang merantau ke Wuhan.

Dengan menyewakan ruangan dengan harga 50 yuan atau sekitar Rp 75.000 sebulan, Yu bisa menyisihkan uang untuk membangun lebih banyak apartemen. Hanya dalam beberapa tahun, Yu sudah memiliki lima gedung apartemen.

Kembali ke masa kini, banyak orang tak memahami mengapa Yu, yang sudah berkelimpahan uang, tetap bekerja sebagai pembersih jalanan. Apa sebenarnya motivasi Yu mempertahankan pekerjaannya?

"Saya ingin menjadi contoh bagi putra dan putri saya. Seseorang tak bisa hanya duduk di rumah dan memakan semua kekayaannya," kata Yu menjelaskan motivasinya.

Bahkan Yu tak segan-segan memperingatkan kedua anaknya agar tak bermalas-malasan.

"Jika mereka tak mau bekerja maka saya akan serahkan semua kekayaan saya kepada negara," ujar Yu.

Dan ancaman sang ibu ternyata cukup manjur. Putranya kini bekerja sebagai pengemudi di kawasan Donghu dengan gaji sekitar Rp 3 juta sebulan. Sementara putrinya bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan dengan penghasilan hampir Rp 5 juta sebulan.


http://internasional.kompas.com/read/2013/01/08/21363817/Yu.Youzhen.Wanita.Kaya.Penyapu.Jalan

Friday, 11 January 2013

Sifat Pemimpin yang Baik



Apa yang terlintas di benak Anda kala mendengar kata pemimpin? Mungkin ada ratusan definisi berbeda yang keluar dari ratusan orang yang berbeda untuk menjelaskan arti kata pemimpin. Namun, secara umum orang sering menghubungkan antara pemimpin dengan hadirnya tindakan koersif dan manipulasi. Persepsi ini sesungguhnya tidak benar.
Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, sesungguhnya di dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun, seseorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan. Jikalau orang tersebut mau mengerjakan pekerjaan yang dipaksakan itu, biasanya hasil kerjanya tidak memuaskan.
Dalam bukunya tersebut, William menyebutkan delapan ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.
  1. Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan.
Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.
  1. Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan.
Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
  1. Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan.
Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.
  1. Berikan ruang untuk kesalahan.
Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus bekerja, tapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.
  1. Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur.
Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri. Namun, di sisi lain pastikan diri Anda selalu ada untuk membantu saat mereka membutuhkan Anda.
  1. Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat
Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.  
  1. Bersikaplah ramah.
Aturan mainnya sungguh sederhana. Jangan berharap orang lain bersikap ramah kepada Anda jika Anda sendiri tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.
  1. Tak kenal maka tak sayang.
Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan Anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.
Sumber: Intisari-Online.com