Saturday, 12 January 2013

Wanita Kaya Penyapu Jalan

Yu Youzhen (53) bukan perempuan biasa. Warga kota Wuhan, China ini memiliki kekayaan yang luar biasa. Menurut harian South China Morning Post, Yu adalah pemilik 17 gedung apartemen di Wuhan dengan nilai aset sebesar 1,6 juta dollar AS atau lebih dari Rp 15 miliar.

Namun, tak seperti orang kaya lainnya yang memilih bersantai menghitung kekayaan atau bepergian ke luar negeri, Yu tetap memilih bekerja di usianya yang sudah senja itu. Dan, pekerjaan yang dipilih Yu adalah petugas kebersihan kota dengan gaji hanya sekitar Rp 2 juta sebulan.

Sudah sejak 1998, Yu bekerja sebagai petugas kebersihan kota. Dia harus bangun sejak pukul 3.00 dini hari, lalu bekerja selama enam jam penuh membersihkan ruas jalan sepanjang 3 km dari sampah dan kotoran lainnya. Tak hanya itu, Yu harus bekerja selama enam hari dalam sepekan.

Sejatinya, Yu dan suaminya memang terlahir dari keluarga miskin dan terbiasa bekerja keras. Sejak 1980-an, Yu dan suaminya bekerja dari pagi hingga malam demi bisa menyisihkan sedikit uang. 

Jerih payah mereka terbayar, ketika mereka akhirnya bisa membangun rumah tiga lantai. Nah, beberapa ruangan di rumah tiga lantai inilah yang kemudian disewakan Yu untuk warga desa yang merantau ke Wuhan.

Dengan menyewakan ruangan dengan harga 50 yuan atau sekitar Rp 75.000 sebulan, Yu bisa menyisihkan uang untuk membangun lebih banyak apartemen. Hanya dalam beberapa tahun, Yu sudah memiliki lima gedung apartemen.

Kembali ke masa kini, banyak orang tak memahami mengapa Yu, yang sudah berkelimpahan uang, tetap bekerja sebagai pembersih jalanan. Apa sebenarnya motivasi Yu mempertahankan pekerjaannya?

"Saya ingin menjadi contoh bagi putra dan putri saya. Seseorang tak bisa hanya duduk di rumah dan memakan semua kekayaannya," kata Yu menjelaskan motivasinya.

Bahkan Yu tak segan-segan memperingatkan kedua anaknya agar tak bermalas-malasan.

"Jika mereka tak mau bekerja maka saya akan serahkan semua kekayaan saya kepada negara," ujar Yu.

Dan ancaman sang ibu ternyata cukup manjur. Putranya kini bekerja sebagai pengemudi di kawasan Donghu dengan gaji sekitar Rp 3 juta sebulan. Sementara putrinya bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan dengan penghasilan hampir Rp 5 juta sebulan.


http://internasional.kompas.com/read/2013/01/08/21363817/Yu.Youzhen.Wanita.Kaya.Penyapu.Jalan

Friday, 11 January 2013

Sifat Pemimpin yang Baik



Apa yang terlintas di benak Anda kala mendengar kata pemimpin? Mungkin ada ratusan definisi berbeda yang keluar dari ratusan orang yang berbeda untuk menjelaskan arti kata pemimpin. Namun, secara umum orang sering menghubungkan antara pemimpin dengan hadirnya tindakan koersif dan manipulasi. Persepsi ini sesungguhnya tidak benar.
Menurut William Glasser dalam bukunya, Choice Theory, sesungguhnya di dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun, seseorang tidak dapat dipaksa untuk melakukan suatu pekerjaan. Jikalau orang tersebut mau mengerjakan pekerjaan yang dipaksakan itu, biasanya hasil kerjanya tidak memuaskan.
Dalam bukunya tersebut, William menyebutkan delapan ciri perilaku yang menggambarkan sifat seorang pemimpin yang baik.
  1. Beri teladan tentang arti sukses kepada bawahan.
Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberi contoh kesuksesan yang bisa diraih para bawahannya.
  1. Beri bawahan Anda peralatan yang mereka butuhkan.
Banyak orang mempersepsikan, tugas seorang pemimpin adalah menyelesaikan masalah bawahannya. Namun, sebenarnya itu bukan tugas Anda sebagai atasan. Daripada terus-menerus turun tangan menyelesaikan masalah orang lain, lebih baik berikan bawahan Anda cara dan rambu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
  1. Jangan sungkan untuk memuji keberhasilan bawahan.
Tak hanya kritik, pujian dan apresiasi terhadap hasil kerja bawahan juga dapat memotivasi produktivitas dan membangun kepercayaan diri bawahan untuk lebih sukses lagi.
  1. Berikan ruang untuk kesalahan.
Sesungguhnya kesalahan adalah guru terbaik bagi pembelajaran, maka berilah toleransi bagi kesalahan yang dilakukan bawahan. Terkadang kesalahan dilakukan bawahan bukan karena ia tidak becus bekerja, tapi karena ketidaktahuannya akan suatu hal.
  1. Delegasikan tugas tanpa banyak turut campur.
Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu mempercayakan tugas secara penuh kepada bawahannya. Biarkan bawahan mengatasi kendala pekerjaannya sendiri. Namun, di sisi lain pastikan diri Anda selalu ada untuk membantu saat mereka membutuhkan Anda.
  1. Lebih baik bertanya daripada memberi nasihat
Seringkali bawahan Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda pikir mereka ketahui. Tanyakan pendapat mereka tentang masalah-masalah yang sedang mereka hadapi di kantor. Dengan demikian, Anda membantu mereka menyimpulkan sendiri jalan keluar terbaik dari masalah tersebut. Hindari memberi nasihat, karena akan terkesan menggurui.  
  1. Bersikaplah ramah.
Aturan mainnya sungguh sederhana. Jangan berharap orang lain bersikap ramah kepada Anda jika Anda sendiri tidak ramah terhadap orang lain. Seorang pemimpin yang baik tak perlu menjadi galak untuk bisa tegas dan efektif memanajeri bawahannya. Dengan bersikap ramah, Anda akan selalu bisa melihat sisi positif dari setiap karyawan Anda dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik lagi.
  1. Tak kenal maka tak sayang.
Kepemimpinan erat terkait dengan hubungan antar manusia. Saat bawahan percaya bahwa Anda tulus peduli dengan mereka, mereka akan berusaha lebih baik dalam bekerja. Kenali lebih dekat bawahan Anda, dengarkan cerita dan keluh kesahnya. Pada akhirnya, kualitas kepemimpinan seseorang dapat dilihat dari kualitas hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.
Sumber: Intisari-Online.com

Tiga Rahasia Sukses Henry Ford


Siapa yang tak kenal dengan Henry Ford. Ia adalah seorang tokoh yang meleganda di abad ke-20. Pengusaha visioner yang memperkenalkan konsep lini perakitan ini menjadi industrialis yang memelopori produksi mobil massal. Ia juga memperkenalkan pertama kali mobil berbiaya murah, karena mimpinya adalah setiap pekerjanya mampu membeli mobil-mobil yang mereka produksi.

Pada ulang tahunnya ke-75, Henry Ford pernah ditanya mengenai rahasia kariernya yang cemerlang. Jawabannya sederhana saja, yaitu:

1) Saya tidak pernah makan berlebihan.

2) Saya tidak pernah cemas secara berlebihan.

3) Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu terjadi demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.

Rahasia yang simpel tapi terbukti punya pengaruh besar dalam kehidupan seorang manusia. Kisah Henry Ford inilah salah satu buktinya. Luar biasa!

http://www.andriewongso.com/articles/details/5310/Tiga-Rahasia-Sukses-Henry-Ford

Wednesday, 9 January 2013

Tahukah Anda Bahasa Indonesia adalah Bahasa tersulit ke 3 di Asia?

Lagi jalan-jalan di dunia maya, dapet fakta mengejutkan yang baru ku tahu..
Ternyata Bahasa Indonesia, bahasa kita, adalah bahasa tersulit ke 3 di Asia dan dipelajari di 45 negara! WOW!

Sekagum apapun kita sama bahasa negara lain, yuk kita lebih bangga berbahasa Indonesia dibanding berbahasa asing lainnya. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan merusak bahasa kita. Kalau bukan kita yang melestarikan bahasa kita, siapa lagi? Dan alangkah lebih baik lagi kalau kita mau lebih memperdalam bahasa kita sendiri.
Yuk ah baca artikelnya lebih lanjut tentang fakta ini! Makin cinta dan bangga deh sama INDONESIA!

Bahasa Indonesia adalah Bahasa tersulit ke 3 di Asia
Tanpa kita sadari ternyata Bahasa Indonesia adalah Bahasa tersulit ke 3 di Asia. Seharusnya kita sangat bangga akan hal ini.
Lebih lagi, ternyata bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara lho!!. Walaupun dari segi yang lain Indonesia masih belum bisa berkata banyak, ternyata bahasa kita sudah lebih diakui dunia.

Banyaknya kebudayaan di Indonesia kerap kali membuat negeri-negeri lain iri dan ingin menelitinya, bahkan ada yang mengaku/mengklaim budaya itu miliknya (ga nyebut merek). Sebenarnya Indonesia bisa dibilang negara paling sempurna dari segi alam dan kebudayaannya. Semua ada di Indonesia, mulai dari ragam bahasa, budaya, kuliner, sumber daya alam, wisata, iklim, letak strategis, dll.

Berikut ada beberapa fakta bahwa kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia

Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi pada rapat pleno Kongres IX Bahasa Indonesia,

"Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya," katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia".

Lebih dari itu menurut Kompas, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua di Vietnam. Berikut kutipannya.

"JAKARTA, KOMPAS.com--Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia.

"Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan," kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat.

Perguruan tinggi disitu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.

"Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat," kata Irdamis.

Bahkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia. dan tersulit ke 3 di Asia.

"Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin," ujar Ivan Lanin, penggiat jumlah bertambahnya jumlah, di Jakarta, Selasa.

menurut penelitian lembaga bahasa di dunia, dilihat dari segi gramatikal dan kompleksitivitasnya bahasa-bahasa yang dianggap sangat sulit di dunia adalah

1. bahasa ibrani (bahasa kaum Yahudi)
2. bahasa yunani
3. bahasa latin
4. bahasa jepang
5. bahas korea

Sedangkan bahasa Indonesia sendiri berada diperingkat 15 didunia.

Ada kemungkinan bahasa Indonesia akan menjadi lebih dikenal dan digunakan di Asia, bahkan dunia. Semoga saja hal itu dapat terjadi, bayangkan saja jika Indonesia menjadi bahasa Asia, bahkan bahasa internasional, pasti banyak dampak positif yang bisa diraih dari situ. Maju terus Indonesia!!!

http://rensenpelawi.blogspot.com/2009/09/bahasa-indonesia-bahasa-tersulit-ke-3.html

Pentingnya Menghargai Sebuah Proses


Barusan saya melihat sepenggal potongan acara Masterchef Indonesia di situs You Tube. Dalam hati saya berkata, “Wah sepertinya menarik nih!” Terbayang dalam pikiran saya tentang masakan Indonesia yang sudah terkenal akan kelezatannya dan juga kaya akan bumbu-bumbu. “Hmmm yummm…” Tetapi tiba-tiba saya mendadak menjadi hilang simpati dan geram ketika pada saat salah satu dari anggota juri mengatakan “Saya sangat suka sekali dengan kuenya. Sensasional. Tapi, BUANG SAUSNYA.” Kemudian dilanjutkan dengan adegan sendok dibanting ke dalam mangkuk/wadah saus tersebut. Kemudian di episode lainnya saya menyaksikan salah seorang anggota dewan juri mengatakan “Masakan kamu itu sampah!“, sambil menyingkirkan hidangan dengan tidak hormat, ketika menilai hasil masakan dari salah seorang peserta. Dalam hati saya langsung berkata “what the f*ck!?” Sombong sekali orang itu?

Saya kemudian membandingkan acara Masterchef Indonesia dengan Masterchef Australia. Selama saya menonton acara Masterchef Australia, tidak pernah sekalipun saya melihat kesombongan anggota dewan jurinya dalam menilai masakan dari para peserta. Mereka terus-menerus memberikan apresiasi dan dorongan terhadap masakan yang disajikan oleh peserta lomba. Sampai-sampai saya yang hanya menonton bingung, tidak dapat menebak siapa yang sesungguhnya akan menang. Semua peserta yang ikut pun juga tampak tegang dan optimis bahwa dirinya lah yang memiliki masakan terbaik.

Melihat dari perbandingan kedua acara yang konsepnya diadopsi dari acara “MasterChef” yang berasal dari Inggris tersebut, saya menyimpulkan bahwa penghargaan terhadap suatu HASIL KERJA KERAS seseorang belum begitu dihargai di Indonesia dan juga sebagian besar orang di Indonesia sangat suka sekali mempermalukan dan mengolok-olok orang lain di depan umum.

Saya jadi teringat semasa SD/SMP/SMA dulu. Guru-guru dan orang tua saya hanya melihat hasil sekolah saya dari angka-angka yang tertera di dalam suatu buku yang bernama RAPOR. Jika ada angka yang kurang memuaskan, mereka biasanya menilai kalau saya ini malas, kurang berusaha, tidak maksimal dalam belajar. Sebagai seorang murid dan juga seorang anak, saya hanya bisa pasrah dan diam saja menerima “ceramah” dari mereka. Meskipun hati ini menolak. Apakah mereka tidak sadar berapa mata pelajaran dalam 1 caturwulan (cawu) yang harus dipelajari? Apakah mereka lupa kalau kami-kami ini (murid) berada di sekolah dari pagi sampai lewat waktu Dzuhur (7.00 AM - 1.00 PM). Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan extrakurikuler lainnya seperti les ini, kursus itu lah. Belum lagi bimbingan belajar yang harus diikuti di sore harinya (3.00 PM - 5.00 PM). Ditambah lagi pada malam harinya harus mengerjakan PR dan menyiapkan buku-buku pelajaran buat esok harinya.

Budaya seperti ini sepertinya bukan saja merambah di dunia pendidikan saja, tetapi juga hampir di semua sektor. Di kantor misalnya, kita sering kali lupa bahwa karena jasa para “Office Boy” dan “Cleaning Service” lah lantai kantor kita menjadi bersih dan wangi. Meja-meja kita menjadi bebas debu. Segelas kopi maupun teh manis sudah terhidang di meja kita sebelum kita datang. Kemudian lagi di lingkungan masyarakat, kita seolah lupa terhadap jasa para tukang sampah yang mengangkut sampah rumah kita setiap hari, jasa pembantu kita yang mengerjakan hal-hal rumah tangga dari menyapu, menyetrika, mencuci, memasak, dan menyiapkan sarapan untuk kita di pagi hari.

Tetapi kita jarang memberikan apresiasi kepada mereka. Keberadaan mereka seolah tidak begitu penting dalam keseharian kita. Kemudian pula mengenai budaya mempermalukan orang di depan umum (atau dikenal dengan istilah “bullying“) begitu kental hampir di semua instansi di Indonesia. Pengalaman saya sewaktu SMA dulu ketika memberikan suatu presentasi di depan kelas, jika saya melakukan suatu hal konyol atau kesalahan kecil langsung seisi kelas mentertawakan saya. Guru pun juga demikian, malahan ada seorang guru yang senang sekali memperlihatkan kebodohan muridnya di depan kelas dengan memberikan soal-soal yang sulit untuk dijawab kepada murid yang lemah terhadap pelajaran tersebut.

Berbeda sekali dengan pengalaman saya ketika kuliah di salah satu politeknik di negeri kanguru ini. Pada saat itu adalah hari untuk pertama kalinya saya presentasi di depan kelas. Perasaan gugup, canggung, dan juga keringat dingin menyergap diri saya. Ditambah lagi presentasi harus dilakukan dengan bahasa Inggris yang bukan merupakan bahasa Ibu saya. Saya pasrah saja jika ditertawakan oleh  teman-teman dari negara lain (mungkin juga oleh gurunya yang bule asli Australia). Tetapi ketika presentasi mulai berjalan beberapa saat, saya menyadari bahwa mereka betul-betu 100% menyimak apa yang saya paparkan. Meskipun dengan bahasa Inggris yang masih terbata-bata dan banyak grammar yang salah mereka tidak mentertawakannya. Sadar dengan keadaan demikian, lantas membuat saya menjadi percaya diri karena saya merasa sangat dihargai oleh mereka. Sampai akhirnya presentasi selesai, mereka memberikan applause kepada saya. Betul-betul hal yang sangat langka dan tidak pernah saya jumpai semasa bersekolah di Indonesia.

Hal inilah yang saya kira membuat Indonesia tidak maju-maju. Bagaimana mau maju jika belum memulai saja sudah takut ditertawakan atau dipermalukan di depan banyak orang? Bagaimana mau maju jika suatu proses kerja keras seseorang saja tidak dinilai tetapi yang menentukan semuanya adalah hasil dari kerja keras tersebut? Tidakkah mereka sadar bahwa sebelum menemukan bola lampu, Thomas Alva Edison pernah gagal? sebelum menciptakan mesin kendaraan bermotor yang canggih, Soichiro Honda juga pernah mengalami kegagalan? Bagi kebanyakan orang di Indonesia, proses itu tidaklah penting yang terpenting adalah hasilnya (output). Maka tidaklah heran banyak bertebaran jalan pintas di mana-mana. Nggak peduli itu halal atau haram yang penting berhasil dan tidak gagal. Urusan hukum atau akhirat itu nanti.

Bullying dan kurangnya penghargaan terhadap suatu proses kerja keras seseorang menyebabkan banyak orang-orang di Indonesia menjadi minder dan tidak percaya diri. Inilah penyebab utama yang mematikan kreativitas seseorang. Sudah saatnya kita tidak lagi melihat suatu HASIL AKHIR tetapi lihat juga bagaimana PROSESNYA, karena di dalam suatu PROSES terkandung pembelajaran terhadap suatu hal yang jika terus-menerus disempurnakan maka terciptalah suatu KEBERHASILAN. Jika hal tersebut dilakukan, maka orang akan merasa dihargai. Jika orang telah merasa dihargai maka mereka dapat berkreasi dan menjadi kreatif. Jika Indonesia menjadi kreatif, maka in sya’Allah kita akan menjadi seperti Jepang atau mungkin lebih dari itu. Wallahualam.

http://filsafat.kompasiana.com/2011/05/18/jangan-lihat-hasil-akhirnya-tetapi-lihat-juga-prosesnya-kritik-untuk-indonesia-364897.html

Sunday, 6 January 2013

BAHAYA BUMBU MIE INSTAN

Bagi penyuka MIE Instan. tolong diperhatikan :
HATI-HATI, Bumbu Mie Instan TIDAK BOLEH DIMASAK !!!

PERINGATAN BAGI KITA SEMUA BAHWA MIE INSTANT TIDAK BOLEH DIMASAK BERSAMAAN DENGAN BUMBUNYA, KARENA MSG (MONO SODIUM GLUTAMAT) BILA DIMASAK DI ATAS 120C AKAN BERPOTENSI MENJADI KARSINOGEN, PENCETUS KANKER.

PERHATIKAN SEMUA KEMASAN MIE INSTAN, KEBANYAKAN PROSEDURNYA MASAK MIE DULU BARU DITABURI BUMBU. BUMBU DI TARUH DI MANGKOK DULU. JADI JANGAN PERNAH MASAK MIE BESERTA BUMBUNYA!

BAHAYA !!!

Tolong dapat diteruskan ke orang-orang yang suka makan MIE.
Dan dari hasil penelitian :

Mengkonsumsi mie instant 4 hari berturut-turut berpotensi kanker, mioma, kista atau amandel sebesar 75%.

Jika anda tidak percaya, cobalah ambil kuah/bumbu mie instant lalu taburkan ke atas pot yang berisi bunga/tumbuhan. Beberapa hari kemudian tumbuhan tersebut akan layu/mati.

Berlaku dalam ukuran (1:1).

Sayangi keluarga Aanda... Jauhi darr penyakit.

Masih banyak zat kimia yang tidak sengaja masuk di dalam tubuh lewwt makanan sepertt :

Nasi non organik, bakso, tahu dan tempe kedelai non organik, ayam potong dll.

Untuk mengeluarkan semua racun tersebut minumlah minyak ikan salmon alaska, plak di aliran darah hilang dan anda akan sehat kembali, buktikan sendiri yaa...

Penting bagi wanita !!!

Tidak disarankan makan bayam dan tahu bersamaan, karena jika digabungkan akan membentuk senyawa yang bisa mengakibatkan terbentuknya batu/kista dalam tubuh.

(Hasil penelitian Prof. Dr. Asbudi, SPOG)

Jangan makan timun saat haid karena bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 hari dapat sebabkan KISTA dan KANKER RAHIM.

Alangkah baiknya bila info ini disebarkan ke banyak wanita sebagai tanda kepedulian kita terhadap sesama.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Saturday, 5 January 2013

Tak Selamanya Diskon Menguntungkan


Saat ini tak hanya pakaian atau buku saja yang sering ada diskon, gadget dan barang elektronik seperti laptop pun tidak ketinggalan.
Memanfaatkan tingginya animo masyarakat terhadap barang-barang tersebut, ternyata dimanfaatkan beberapa oknum pedagang nakal untuk meraup keuntungan yang besar lewat minimnya pengetahuan konsumen terhadap sebuah produk.

Akhir tahun lalu saya diajak seorang teman yang berniat membeli sebuah laptop baru untuk anaknya. Berdasarkan informasi dari iklan dalam surat kabar lokal bahwa ada sebuah toko komputer sedang cuci gudang. Mereka menawarkan diskon besar-besaran laptop berbagai merek. Sebuah laptop 14′ merek terkenal dibandrol hampir setengah dari harga resmi. Wah, siapa yang tidak tergiur dengan promo seperti itu.
Di toko komputer sederhana itu memang benar banyak dipajang berbagai laptop lengkap dengan label harga yang menurut saya sungguh miring. Teman saya memilih sebuah laptop incarannya kemudian meneliti secara detail fisik laptop tadi. Si penjual menjelaskan keunggulan produknya itu. Teman saya hanya manggut-manggut saja. Ketika teman saya bertanya apakah laptop tersebut benar-benar asli dan baru, si penjual mengiyakan sambil menyalakanya. Semua tampak normal. Terakhir teman saya menanyakan soal garansi. Penjual tersebut memberi jaminan spare-part dan service selama 1 tahun di toko itu saja. Artinya bila ada kerusakan laptop tersebut hanya bisa diperbaiki oleh toko itu saja.
Ia beralasan bahwa produk tersebut sudah tidak diproduksi lagi. Namanya saja cuci gudang, jadi memang mau menghabiskan stok lama. Teman saya tetap manggut-manggut saja.Tak lama berselang ia mengajak saya pulang tanpa terjadi transaksi.

Di dalam kendaraan teman saya memberi penjelasan kenapa ia mengurungkan niat membeli laptop yang harganya begitu murah. Ternyata ia curiga laptop tersebut adalah barang rekondisi.
Barang rekondisi memang harganya bisa jauh lebih murah. Bayangkan selisihnya bisa sampai 40-50 persen dari harga asli.  Produk yang sering direkondisikan adalah gadget seperti handphone dan BB.  Tetapi sekarang laptop pun sudah banyak yang rekondisi akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap barang tersebut. Barang rekondisi secara kasat mata susah dibedakan dengan produk aslinya. Tetapi jika lebih teliti maka akan tampak perbedaannya seperti tidak ada stiker hologram, cetakan buku manual yang kasar, batere bukan asli dari pabrik. Barang rekondisi biasanya tidak menyertakan kartu garansi resmi, yang ada hanya garansi toko saja. Biasanya serial number yang terdapat di badan laptop berbeda, atau malah tidak tertera pada kotaknya.
Barang rekondisi hakekatnya adalah barang bekas yang rusak lalu diperbaiki dengan mengganti komponen yang rusak dengan yang baru. Dan biasanya komponen penggantinya itu bukan produk asli. Laptop-laptop bekas itu biasanya didatangkan dari luar negeri yang masuk lewat jalur khusus.

Dalam hal ini calon pembeli harus ekstra teliti. Bukan tidak mungkin laptop rekondisi dibuat sedemikian rapi sehingga sukar bagi orang awam membedakan mana produk asli mana yang rekondisi. Untuk menyiasati hal ini dianjurkan untuk mengajak orang yang mengerti betul mengenai laptop. Ketika berhadapan dengan penjual Jangan malu untuk bertanya secara detail spesifikasi laptop tersebut. Tampilan luar produk yang mulus bukan jaminan bahwa produk tersebut seratus persen baru. Kita tidak tahu jeroannya. Jangan-jangan hasil kanibal sana sini. Pastikan pula laptop tersebut memiliki garansi service internasional yang berlaku 1-2 tahun.
Untuk jenis notebook biasanya berlaku 2 tahun sedangkan netbook rata-rata 1 tahun. Bagaimana pun jaminan layanan purna jual yang baik sangat diperlukan mengingat laptop termasuk produk yang rentan kerusakan. Akan lebih bijaksana lagi bila rajin browsing ke situs-situs shopping online untuk cek harga. Perbedaan harga diskon tidak akan selisih jauh dengan harga resminya. Langkah terakhir yang paling aman adalah membeli laptop langsung di agen resmi. Untuk mengetahui agen-agen resmi beserta alamatnya bisa dicari di situs resmi laptop tersebut.
Jangan seperti pengalaman yang menimpa keponakan saya. Saat ini memiliki laptop seperti sudah menjadi keharusan bagi mahasiswa. Selain digunakan mengerjakan tugas kuliah, laptop menjadi sarana untuk berinteraksi di media sosial. Maka dibelilah sebuah laptop baru yang sangat murah pada promosi tahun ajaran baru. Tapi malang tak dapat ditolak, laptop yang ia beli pada pertengahan tahun itu, awal Desember lalu monitornya tiba-tiba suka mati sendiri. Padahal tidak pernah jatuh. Ketika dibawa ke distributor resmi untuk diklaim ternyata garansi tidak berlaku. Selain karena segel resminya tidak ada, SN (serial number) laptop tersebut tidak ada dalam database mereka. Setelah diteliti oleh teknisinya diyakini laptop tersebut barang rekondisi. Pantas saja baru sebulan dipakai, laptopnya sudah panas padahal belum ada setengah jam digunakan. Akhirnya laptop tersebut ia bawa kembali toko dimana dulu ia beli untuk diservice yang sampai sekarang tidak selesai-selesai.
Sekarang siapa yang tidak mau laptop baru dengan setengah dari harga yang ada pasaran? Akan tetapi untuk apa jika apa yang kita beli dengan harga super murah itu cepat rusak. Maksud hati ingin berhemat tapi malah jadi boros karena harus bolak-balik tukang service. Belum lagi ganti spare-part ini dan itu, yang artinya biaya lagi. Pekerjaan dan tugas-tugas kita pun jadi terbengkalai. Memang tidak salah mencari produk berdiskon besar. Bagaimanapun kita harus bijaksana, cari barang yang potongan harganya masuk akal dengan kualitas terjamin. So, Jangan mudah tergiur dengan tawaran diskon yang fantastis jika tidak mau pada akhirnya harus menangis.

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/01/06/diskon-fantastis-yang-bisa-bikin-menangis-521841.html

Kebiasaan Beriktikad Baik



Dalam keseharian, kita selalu berhadapan dengan berbagai karakter dan sifat yang berbeda-beda dari setiap orang. Ada yang baik, ada yang mengesankan, ada yang sering berpura-pura, ada pula yang selalu meninggalkan citra positif. Semua itu muncul dari penilaian kita setelah berinteraksi dan berkomunikasi, sehingga kita-dan juga orang lain-bisa saling menilai satu sama lain.

Karena itu, jika kita ingin dinilai baik, maka sudah sepantasnya pula bagi kita untuk selalu menunjukkan iktikad baik. Sebab, dengan memelihara iktikad baik dalam kehidupan keseharian: bertutur kata sopan, mengatakan hal-hal berdasarkan kebenaran, menjunjung tinggi kejujuran, segera meminta maaf saat berbuat kesalahan, dan berbagai sikap positif lainnya, maka kita pun akan menuai kebaikan dari apa yang terpancar pada sikap keseharian.

Mari, selalu utamakan sikap dan sifat positif yang penuh kebaikan. Kita tanamkan agar diri selalu punya iktikad baik di setiap kesempatan. Dengan begitu, setiap waktu, setiap saat, bisa benar-benar kita isi dengan hal penuh manfaat yang membawa keberkahan. 


http://www.andriewongso.com/articles/details/5371/Kebiasaan-Beriktikad-Baik

Kebiasaan Berkompetisi



Sejak dilahirkan, kita sebenarnya sudah menjadi insan yang aktif berkompetisi, dalam berbagai bentuk dan kesempatan. Kita berkompetisi dengan kesibukan orangtua dengan mencoba menarik perhatiannya. Saat mulai sekolah kita berkompetisi dengan teman sekelas untuk menjadi yang terbaik. 

Saat remaja kita berkompetisi dengan teman untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Begitu menginjak masa masuk kerja, kita berkompetisi dengan ribuan bahkan jutaan pelamar kerja. Begitu pula yang menjadi pengusaha, tak pelak pasti harus berkompetisi dengan usaha sejenis lainnya.

Tentu, saat berkompetisi, kita selalu dihadapkan dengan tantangan dan ujian dari kompetitor. Kadang sulit, kadang susah, kadang menyakitkan. Namun sejatinya, justru di sanalah kita sedang digembleng untuk jadi pemenang sejati, yakni bukan menjadi sombong saat berhasil menang, tak menjadi rendah diri ketika mengalami kekalahan.
Biasakan diri kita terus berkompetisi untuk mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki. Jangan berkeluh kesah oleh sulitnya persaingan. Jangan  patah semangat hanya karena kekalahan. Jangan pula berkompetisi dengan cara yang kurang elegan dan tidak menjunjung tinggi etika persaingan.

Mari terus maju sebagai pejuang, untuk berkompetisi dan menjadi pemenang kehidupan!! Salam sukses, luar biasa!
http://www.andriewongso.com/articles/details/5716/Kebiasaan-Berkompetisi