Thursday, 11 April 2013

Sidang Pelanggar Tilang menurut Undang - Undang

Saya ditilang karena melanggar marka dan diberi surat merah oleh polisi. Karena pada tanggal sidang saya tidak bisa hadir, tidak ada yang mewakili, dan ditilang di kota yang berjarak agak jauh dari tempat tinggal, maka kata pak polisi kalau tidak bisa hadir dan tidak ada yang mewakilkan bisa diambil di Kejaksaan. Apakah ada denda tambahan jika mengambilnya di kejaksaan? ade arizki

Jawaban:
 Oleh: TRI JATA AYU


Sebelum kami menjawab pertanyaan Anda, terlebih dahulu kami akan menguraikan hal-hal berikut ini:
Pasal 267 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”) berbunyi:
(1) Setiap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat dapat dikenai pidana denda berdasarkan penetapan pengadilan
(2) Acara pemeriksaan cepat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa kehadiran pelanggar
(3) Pelanggar yang tidak dapat hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah
(4) Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
(5) Bukti penitipan uang denda wajib dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran.
Berdasarkan pasal-pasal di atas, UU LLAJ sebenarnya memungkinkan pelanggar untuk tidak hadir dalam acara pemeriksaan di pengadilan. Denda titipan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 267 ayat (3) UU LLAJmerupakan salah satu opsi penyelesaian pelanggaran lalu lintas untuk pelanggar yang tidak dapat hadir pada sidang.
Dalam hal pelanggar tidak dapat hadir ke sidang, maka pelanggar dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah (lihat Pasal 267 ayat [3] UU LLAJ), dan bukti penitipan denda tersebut kemudian dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran (lihat Pasal 267 ayat [5] UU LLAJ).
Terkait dengan pertanyaan Anda apakah ada denda tambahan jika mengambil surat-surat kendaraan (alat bukti) di Kejaksaan, kita dapat merujuk pada ketentuan Pasal 267 ayat (4) UU 22/2009 yang menyebutkan bahwa jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada Pasal 267 ayat (3) adalah sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dengan demikian, jika Anda melanggar marka atau rambu lalu lintas sanksinya diatur dalam Pasal 287 ayat (1) UU LLAJ, yang berbunyi:
“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”
Jadi, untuk pelanggaran rambu lalu lintas denda maksimalnya adalah Rp500 ribu.
Sedangkan, alat bukti dan surat tilang yang ditandatangani oleh Petugas Kepolisian Negara RI dan Pelanggar hanya digunakan untuk kepentingan Kejaksaan saja, bukan untuk dimintakan denda tambahan. Demikian sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“PP 80/2012”).
Selain itu, tata cara mengenai pengembalian Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan, Tanda Bukti Lulus Uji, dan Izin Penyelenggaraan Angkutan Umum yang disita telah diatur dalam Pasal 36 PP 80/2012 yang berbunyi:
(1) Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan, Tanda Bukti Lulus Uji, dan Izin Penyelenggaraan Angkutan Umum yang disita dikembalikan kepada pengemudi atau pemilik setelah:
a.    penyerahan surat bukti penitipan uang titipan untuk membayar denda kepada jaksa selaku pelaksana putusan pengadilan
b.    membayar denda sesuai dengan putusan pengadilan; dan/atau
c.    memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan laik jalan yang dilanggar
(2) Kendaraan Bermotor yang disita karena tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan yang sah dikembalikan kepada pemilik setelah menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan yang sah.
(3) Penyitaan Kendaraan Bermotor karena diduga berasal dari hasil tindak pidana, digunakan untuk melakukan tindak pidana, atau terlibat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya orang atau luka berat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dengan demikian, sebenarnya jika Anda telah memenuhi syarat-syarat dalam Pasal 36 ayat (1) di atas, maka seluruh alat-alat bukti yang disita oleh petugas kepolisian RI dapat dikembalikan lagi kepada Anda.
Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.
Dasar hukum:
1.    Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
2.    Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

source:  http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5162f8f4af5e3/opsi-bagi-pelanggar-yang-tidak-bisa-hadiri-sidang-tilang

Wednesday, 10 April 2013

Pembuktian Penghinaan Lewat Facebook, Perlukah Keterangan Ahli?

Apakah penghinaan melalui facebook bisa diproses dengan dengan Pasal 310 KUHP saja? Sebab jika menggunakan pasal yang ada UU ITE, terlalu repot dan banyak makan biaya karena harus memeriksa saksi ahli ITE, terima kasih.
juned doang
 
 Jawaban:
Oleh: Teguh Arifiyadi, S.H., M.H.
 
Delik penghinaan dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) pada dasarnya merupakan bentuk lain atau perluasan dari delik penghinaan dalam Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), khususnya yang berkaitan dengan penghinaan dengan penggunaan sarana elektronik. Namun demikian, menurut pendapat kami, Pasal 310 KUHP tetap dapat digunakan sebagai dasar atas delik penghinaan karena sifatnya yang generalis. Penerapannya pun selain dapat berdiri sendiri juga dapat dikumulasikan dengan pasal penghinaan dalam UU ITE, sehingga dapat diterapkan pada segala macam bentuk penghinaan baik bersifat konvensional maupun yang menggunakan sarana elektronik.
 
Perbedaan mendasar adalah pada ketentuan sanksi pidananya. Sanksi pidana dalam Pasal 310 KUHP adalah pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500,-. Sedangkan, sanksi pidana Pasal 27 ayat (3) lebih berat yakni pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (lihat Pasal 45 UU ITE).
 
Perlu kami sampaikan, dalam proses penyidikan dan penuntutan, penerapan beberapa unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE maupun penerapan Pasal 310 KUHP secara materiil pada prinispnya adalah sama. Keduanya harus dibuktikan dengan adanya “unsur muatan penghinaan” dan “unsur kesengajaan”. Unsur yang dianggap tidak mudah untuk dibuktikan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah unsur mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi/Dokumen Elektronik. Pembuktian unsur tersebut yang seringkali tidak dapat dilakukan sendiri oleh penyidik. Kesulitan lain dalam penerapan Pasal 27 ayat (3) UU ITE sering terjadi pada saat pembuktian terhadap kebenaran/integritas perangkat sistem elektronik atau informasi/dokumen elektronik yang menjadi barang bukti (baik sebagai alat maupun sarana) perbuatan pidana. Untuk membuktikan hal tersebut, dibutuhkan pengetahuan yang baik dari penyidik terhadap teknologi informasi.
 
Keterangan Ahli ITE
Sebelumnya, perlu kami sampaikan bahwa istilah yang digunakan oleh peraturan perundang-undangan adalah ahli dan keterangan ahli, bukan istilah saksi ahli seperti yang Anda gunakan. Penjelasan selengkapnya silakan simak artikel Klinik hukumonline: Bolehkah Menolak Panggilan Sebagai Ahli dalam Persidangan?
 
Ahli bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bisa berupa ahli hukum UU ITE dan ahli teknis terkait ITE. Penggunaan ahli ITE, menurut pendapat kami, seharusnya tidak selalu diperlukan dalam kasus pidana yang berhubungan dengan teknologi informasi. Sepanjang kewajiban pembuktian lain telah cukup/terpenuhi, seharusnya ahli ITE tidak diperlukan lagi. Terkecuali dalam hal penyidik maupun penuntut umum merasa rancu atau bingung dalam menafsirkan pasal-pasal dalam UU ITE atau tidak cukup keyakinan untuk memahami/menilai bukti digital, maka keterangan dari ahli ITE (ahli hukum/ahli forensik digital) mutlak diperlukan. Menurut persepsi kami, jika hakim dapat memutus delik penghinaan secara konvensional tanpa perlu keterangan seorang ahli, maka semestinya hakim juga dapat memiliki keyakinan yang memadai untuk memutus delik penghinaan dengan sarana elektronik tanpa harus adanya keterangan seorang ahli. Karena banyak hal-hal yang bersifat umum dalam pemanfaatan teknologi informasi yang menurut pendapat kami tidak memerlukan keahlian khusus untuk memahaminya (misalnya penggunaan SMS, jejaring sosial, dll.).
 
Hal tersebut juga sesuai Pasal 120 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang mana penggunaan keterangan ahli tidak bersifat wajib atau hanya jika dianggap perlu oleh penyidik. Bunyi Pasal 120 KUHAP adalah sebagai berikut:
 
“Dalam hal penyidik menganggap perlu, ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus”
 
Demikian pendapat kami, semoga bermanfaat.
 
Terima kasih.
 
Dasar Hukum:
1.    Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
2.    Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
3.    Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
 
Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

source: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt512daa708351f/pembuktian-penghinaan-lewat-facebook,-perlukah-keterangan-ahli?
 

Wednesday, 27 March 2013

Aneka Makanan yang Kita Pikir Menyehatkan


Begitu banyak makanan di pasaran yang mengklaim menyehatkan tubuh. Sayangnya saat kita mengonsumsi makanan tersebut, manfaat kesehatan yang kita peroleh justru sedikit.
Sebenarnya memang kita tak mendapatkan masalah kesehatan dengan mengonsumsi makanan tersebut dalam takaran yang wajar.
Tapi begitu kita mulai memakannya dalam jumlah yang banyak, mereka akan menjadi tak menyehatkan. Berikut beberapa makanan yang sebenarnya tak menyehatkan.
1. Jus buah
Meminum jus buah adalah cara cepat untuk menambah berat badan dan merusak kesehatan gigi. Jus buah mengandung sedikit buah tapi lebih banyak kandungan gula, air, aditif kimia untuk menambahkan rasa serta pengawet yang tak sehat.

Akan lebih baik jika kita mengonsumsi buah segar yang kaya serat. Selain itu buah segar juga memiliki kadar kalori rendah dibandingkan jus. Buah juga kaya vitamin dan mineral. Agar terhindar dari efek negatif jus buah, konsumsilah dalam takaran yang wajar.
2. Sereal
Banyak sereal yang kaya kandungan gula. Bahkan kandungan gula yang terlalu banyak membuat nutrisi lain yang berguna dalam sereal menjadi tak bermanfaat.

Periksalah label nutrisi sereal dengan seksama saat memilih produk ini. Jangan pilih sereal dengan kandungan 3 gram serat setiap 30 gram penyajian. Nilai itu sama dengan lebih dari 2 gram gula setiap penyajian sebanyak 30 gram.
Carilah yang berkadar 5 gram serat per 30 gram jika memungkinkan.
3. Salad
Banyak orang yang berpikir makanan dengan nama salad adalah pilihan yang menyehatkan. Padahal salad yang disajikan di restoran dengan banyak tambahan berupa mayonnaise, kalori serta sodium justru menjadi tak menyehatkan.

Hindari mengonsumsi salad dengan tambahan kalori yang banyak. Coba pilih dressing yang menggunakan minyak zaitun dan hindari salad dengan heavy dressing.
4. Produk susu olahan
Jika sebelumnya produk susu olahan (whole milk) dipandang menyehatkan, saat ini karena kandungan kolesterol yang tinggi serta lemak jenuh membuatnya produk susu olahan ini patut dikurangi konsumsinya.
Belum lagi produk susu olahan juga telah mendapatkan pengawet atau bahan lain untuk mengubah rasa serta teksturnya, sehingga Anda patut berhati-hati saat mengonsumsi produk ini.

5. Smoothies
Selama ini smoothies menjadi makanan kesukaan mereka yang tengah berdiet. Tapi hati-hati, karena smoothies juga memiliki kandungan kalori yang tinggi sehingga mengonsumsinya justru dapat merusak diet Anda.

6. Minuman soda diet
Banyak yang mengira dengan mengonsumsi minuman soda diet lebih menyehatkan ketimbang minuman soda karena lebih sedikit kandungan kalori serta gula di dalamnya.

Sebaiknya Anda juga menghindari minuman ini karena kebanyakan menggunakan aspartame sebagai pengganti gula sebagai pemanisnya. Selain itu minuman soda diet juga menggunakan bahan pengawet serta warna kimiawi.
Hasilnya mereka yang mengonsumsi soda diet justru mengalami ketidakseimbangan insulin serta kadar gula dalam darah.
7. Waspadai label fat free
Memiliki label bebas lemak tak berarti makanan tersebut lebih sehat. Bahkan produk yang mencantumkan label fat free justru mengandung lebih banyak kalori dibanding produk yang tak berlabel fat free.

Ini terjadi karena produk tersebut menggunakan pencita rasa buatan serta pemanis buatan agar terasa lebih enak saat dikonsumsi.

Tuesday, 26 March 2013

Inilah Pentingnya Air Bagi Tubuh


Air merupakan komponen yang paling banyak menyusun tubuh kita. Seperti dikutip dari Guyton's Textbook of Medical Physiology, jumlah total air dalam seorang lelaki dewasa dengan berat rata-rata 70 kg sekitar 40 liter, dan jumlah itu sekira 57 persen dari jumlah keseluruhan bobotnya.
Pada bayi yang baru dilahirkan air menjadi komponen utama penyusun tubuh dengan rata-rata 75 persen dari berat tubuh terdiri dari air.
Secara berangsur-angsur jumlah air semakin kurang dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, dimana pengurangan terbanyak terjadi dalam 10 tahun pertama kehidupan manusia.
Bahkan jumlah air tersedikit pada tubuh manusia yang terjadi pada mereka yang mengalami obesitas berada di kisaran 45 persen.
Air begitu penting dalam kehidupan kita, jika secara umum manusia bisa bertahan hidup hingga delapan minggu tanpa makanan. Sebaliknya jika kita tak mendapatkan pasokan air, rata-rata dari kita hanya mampu bertahan hidup selama tiga hingga empat hari saja. Lalu apa saja guna air dalam tubuh kita? Inilah aneka guna air bagi tubuh:
1. Mengatur suhu tubuh.
2. Melembabkan jaringan tubuh seperti pada jaringan mulut, mata dan hidung.
3. Melindungi organ vital tubuh dan jaringan tubuh.
4. Membantu mencegah sembelit.
5. Mengurangi beban kerja ginjal dan hati dengan membuang kotoran keluar dari tubuh.
6. Melumasi persendian.
7. Membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh.
8. Membantu melarutkan mineral serta nutrisi lain dan membuatnya mudah diserap tubuh.

http://www.beritasatu.com/riset/104070-inilah-pentingnya-air-bagi-tubuh.html

Saturday, 9 March 2013

Menulis Itu Gampang!


Itu judul sebuah buku saku, yang kubeli entah berapa tahun lalu, saat berniat untuk serius menulis. Buku, yang bersama beberapa buku lain sejenis, sayangnya tidak sempat kubaca, hanya menjadi penunggu rak buku, terselip diantara Harry Potter danCoelho yang malah dibaca bolak balik, seperti kitab suci.
Jadi, niat menulisku, ya tetap hanya niat. Percikan ide hanya tercecer kesana kemari, di status facebook, di email-email panjang ke teman – teman terdekat, dan yang terbanyak, hanya bermain-main di dalam kepala, kemudian terlupa. Belakangan, beberapa teman sekampus satu persatu menerbitkan karya. Membaca mereka, aku jadi panas lagi, terlebih mereka-mereka ini memang ‘niat’ untuk manas-manasin temannya yang punya 1001 alasan untuk TIDAK menulis ini.
Nah, sebagai seorang pemula, ini trik ku dalam memaksa diri untuk menulis. Karena, walaupun aku percaya yang namanya writer’s block itu adalah mitos, tetap saja butuh usaha untuk membebaskan jiwa penulis yang terpenjara.
#1. Tulis tentang diri sendiri. Kisah kelahiran, kenakalan masa kecil, pacar pertama, daftarnya bisa panjang sekali. Karena diri sendiri, mau tidak mau, adalah topik yang paling kita kuasai. Jadi, sebagai pemula, ya aku menulis tentang diriku sendiri. Aku bahkan membuatnya dalam bentuk 25 hal acak tentang diriku (25 random things about me), ide yang kudapat dari postingan seorang kenalan di facebook.
#2. Curhatan teman. Mungkin karena sempat - meminjam istilah yang dipakai Deddy Corbuzer- , ‘berobat jalan’ ke fakultas Psikologi, atau memang sifat alamiku suka dicurhati, banyak teman memilih curhat alias konsultasi gratis, mulai dari masalah asmara, pekerjaan, sampai rumahtangga dan anak. Bertahun – tahun mendengar curahan hati orang lain, membuat banyak skenario di dalam kepala. Ini sumber yang kaya untuk ditulis. Tentu, sedapat mungkin diacak tokoh dan jalan cerita, agar tidak menimbulkan pelanggaran hak pribadi dan merusak kepercayaan yang sudah diberikan teman si pelaku curhat.
#3. Kenali kebiasaan buruk, siasati. Tentu yang kumaksud disini adalah kebiasaan buruk dalam menulis. Buatku, itu adalah sulitnya untuk fokus. Begitu di depan komputer, buka aplikasi word, segera saja aku disibukkan dengan pilihan-pilihan font yang bentuknya menggoda. Mencoba satu persatu, dan tiba-tiba saja, minat menulis raib. Atau, penggangggu lain: internet. Mulai dari facebook, tempatku bergaul, pinterest, tempatku menghayal, sampai ke situs-situs berita dan gosip selebriti, yang biasanya, jika tidak sedang berniat menulis, ya tidak menarik perhatianku. Trikku adalah, begtu berniat menulis, koneksi internet kuputuskan sementara. Jadi cukup hanya bermain di aplikasi word atau notepad.
#4. Manfaatin gadget. Jangan hanya terpaku pada komputer atau laptop. Tablet, smartphone, bahkan kertas post it bisa dimanfaatkan untuk mencatat ide yang tiba-tiba muncul. Buatku, yang paling sering kupakai adalah aplikasi notepad di Blackberry. Beberapa kali terjadi, , dari tulisan-tulisan sebaris yang diketik sambil lalu, setelah diolah di kemudian hari, jadi sebentuk karya berupa puisi.
#5. Catat Mimpi. Terus terang, setelah punya bayi, dan merasa tidak aman meletakkan notes, pensil atau bahkan handphone di bawah bantal, seperti kebiasaan di masa lajang, mencatat mimpi sudah sangat jarang kulakukan. Selain itu, setiap malam, seperti umumnya ibu yang punya bayi usia di bawah setahun, tidur tidak sempat bermimpi, sudah terbangun lagi. Tapi, seandainya memungkinkan, mimpi adalah sumber skenario yang luas juga, karena sifatnya yang tidak mengenal dimensi ruang dan waktu.
#6. Buka kamus. Mungkin ini terdengar aneh, tapi aku pecinta kamus. Mulai dari kamus standar bahasa Inggris versi Hasan- Sadily, kamus slang khas Australia, kamus Inggris versi Oxford, kamus Perancis yang setebal bantal, kamus Hindi. Satu yang sampai sekarang belum kesampaian kukoleksi, justru kamus besar bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta. Kadang, aku membaca satu kata, contohnya “blatant” yang artinya blak-blakan, tiba-tiba saja aku dapat ide untuk menulis tentang seorang gadis yang sedang patah hati, saat kisah cinta terlarangnya, kandas, dan curhat ke sahabatya yang bukannya menghibur malah membombardir dengan komentar-komentar pedas yang ‘blatant’ dan justru malah menyadarkan si gadis untuk menghapus airmatanya, dan merubah perspektif.
#7. Lirik Lagu. Bisa dibilang, lirik lagu adalah salah satu sumber khayalanku terbesar. Tentu saja llirik lagu yang maknanya masih samar-samar, bukan yang ceritanya terbaca jelas, seperti lagu Surti dan Tejo dari Jamrud Band. Contoh lagu kebangsaan dalam menghayal buatku adalah Just for you, dari Richard Cocciante. Selalu cerita yang berbeda, terbayang jika mendengar lagu tersebut. Selain itu, lagu bisa membawa ingatan melayang pada kenangan tertentu, yang dapat dijadikan ide cerita juga.
#8. Ganti – ganti bentuk tulisan. Jika pikiran mendadak buntu saat sedang mengerjakan satu proyek, cerita pendek misalnya, aku biasanya langsung mengganti bentuk. Apakah puisi, walaupun hanya draft, quotation, bahkan one liner. Kalau benar-benar buntu, kadang aku hanya menuliskan serangkaian kata acak, sekedar mengalihkan pikiran dari cerpen yang sedang dibuat. Hanya perlu diwaspadai adalah jangan sampai pada saat buntu, malah buka – buka internet. Buatku, #3 yang akan terjadi. Hilang fokus.
#9. Ciptain waktu khusus. Karena ada bayi dan tanpa asisten, maupun nanny, waktuku menulis adalah saat Xavier tidur. Semua kegiatan rumahtangga lain, dapat menunggu. Karena, memasak, mencuci piring, melipat cucian, semua bisa dilakukan sambil mengawasi bayi bermain. Tetapi, menulis, yang butuh konsentrasi penuh, tidak bisa. Jadi, sedapat mungkin, walaupun hanya maksimal satu jam sehari, aku usahakan mencuri waktu untuk menuangkan ide.
#10. Kompasiana. Walaupun sudah sering membaca tulisan-tulisan di Kompasiana beberapa tahun yang lalu, aku baru mulai bergabung kurang dari sebulan. Ceritanya, dulu aku terobsesi punya website pribadi, tempat menampung semua tulisanku. Tapi, setelah hampir 10 tahun mencoba, berganti - ganti website, mulai dari yang gratis, hingga yang tidak, tetap saja aku tak konsisten menulis. Berbagai alas an basi; bosan dengan tampilan website, lupa password, hingga jenuh karena tak ada pengunjung. Kuakui, melihat tulisanku dibaca, bahkan dikomentari oleh orang-orang yang tak kukenal, seperti bahan bakar yang menyalakan mesin ide di kepalaku. Tiba-tiba saja, segala macam hal tampak menarik untuk ditulis. Soal mutu tulisan, kupikir itu terkait erat dengan jam terbang dan kemauan belajar. Yang penting, menulis dulu, sambil belajar dari sesama penulis di Kompasiana.
Itu caraku membebaskan ‘narapidana pena’. Bagaimana caramu?
Waidhan, India. 080313

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/08/menulis-itu-gampang-541062.html

Saturday, 19 January 2013

Pekerjaan yang Tingkat Stresnya Rendah


Di awal tahun biasanya banyak yang menyimpan resolusi. Konon, resolusi paling sering adalah menurunkan berat badan. Tetapi ada pula yang punya resolusi untuk memiliki pekerjaan yang tingkat stresnya rendah. Situs yang membahas seputar karier,CareerCast.com mengulas 10 pekerjaan yang dinilai jauh dari stres. Berikut ini daftarnya:

1. Profesor di universitas
Profesor di universitas adalah orang penting di ranah pendidikan. Mahasiswa-mahasiswi yang ada di kelasnya memang sengaja memilih kelas itu atau, karena paket, harus berada di kelas yang diajarnya. Tak seperti guru di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dosen tak ada batasan usia khusus, tak ada pula penilaian yang keras. Tingkat stres: 6,45.

2. Penjahit
Penjahit profesional membuat busana khusus pesanan. Untuk alasan itu, mereka harus memerhatikan detail-detail pada pakaian, tetapi memiliki kesempatan untuk mengeluarkan kreativitasnya setiap hari. Kebanyakan penjahit bekerja di atmosfer yang tenang, memberi kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang tenang, fokus, dan tidak terganggu. Tentu yang dimaksud adalah penjahit yang tak banyak tenggat waktu maupun pesanan. Tingkat stres: 6,5.

3. Penata arsip kesehatan di rumah sakit
Arsip-arsip kesehatan pasien tentu harus diatur serapi dan sebaik mungkin agar memudahkan pencarian dan pendataan. Seiring bertambahnya klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit, bertambah pula kebutuhan akan posisi penata arsip. Tingkat stres: 7,5.

4. Ahli perhiasan
Pakar perhiasan bekerja jauh dari perhatian orang banyak, utamanya di workshop dan di belakang toko perhiasan. Kebanyakan pakar perhiasan yang sukses adalah wirausahawan yang memiliki gerai sendiri, mereka juga memiliki kesempatan besar untuk membeli dan menjual bebatuan berharga untuk keuntungan. Tingkat stres: 8,6.

5. Staf laboratorium medis
Staf laboratorium medis bekerja di lingkungan kondusif dan produktif, umumnya jauh dari hal-hal yang bisa mengalihkan fokus untuk menganalisa sampel. Bekerja jauh dari pandangan publik memberi ruang untuk teknisi bekerja dengan kecepatan mereka. Tingkat stres: 9,28.

6. Audiolog/Pakar pendengaran
Profesi audiolog adalah lapangan pekerjaan yang berkembang pesat belakangan ini. Menurut CareerCast, pendapatan profesi ini juga kian meningkat. Lingkungan pekerjaannya pun cukup menyenangkan, umumnya pasiennya tipe yang pasif, karena biasanya yang bermasalah dengan pendengaran adalah lansia. Kebanyakan audiolog memiliki tempat praktik sendiri dan bekerja dengan jam yang ia mau. Tingkat stres: 9,35.

7. Ahli diet
Pakar diet di AS memiliki peran penting dalam memerangi obesitas. Kebanyakan ahli diet bekerja dengan orang-orang dari usia dan latar belakang berbeda. Biasanya, pakar diet menciptakan rencana untuk masing-masing kliennya sesuai kebutuhan masing-masing. Tingkat stres: 10,24. 

8. Penata rambut
Penata rambut biasanya bekerja di lingkungan yang bergulir cepat, dengan pelanggan yang datang dan pergi sepanjang hari. Namun, kesempatan bercengkerama dengan pelanggan yang bisa menjadi kian akrab sebagai teman. Pekerjaan ini memberi kesempatan pelakunya untuk menyalurkan kreativitasnya. Walau penghasilan pastinya tidak selalu tinggi, namun bila hasilnya bagus, umumnya pelanggannya akan memberikan tips yang cukup besar. Tingkat stres: 10,41. 

9. Petugas perpustakaan
Petugas perpustakaan memiliki akses ke banyak buku bacaan, menjadikan profesi ini sangat tepat untuk yang suka baca. Mereka yang punya latar belakang dalam menyusun buku di perpustakaan memiliki banyak kesempatan bekerja di sekolah, kuliah, universitas, perpustakaan umum, serta bagian penelitian dan pengembangan di perusahaan tertentu. Tingkat stres: 10,58. 

10. Operator mesin bor
Walau bekerja menggunakan mesin berat di lingkungan industri, namun laporan ini mengatakan, operator mesin bor memiliki kesempatan untuk bekerja dengan kecepatannya sendiri. Hal ini membuat profesi ini sebagai salah satu pekerjaan paling diminati di industri manufaktur. Tingkat stres: 11,32.


http://www.beritasatu.com/karier/90578-10-pekerjaan-yang-tingkat-stresnya-rendah.html

Thursday, 17 January 2013

Anak Anda Hobi Menggambar?

Sebuah tulisan menarik di inspiredkidsmagazine.com ,  semoga bermanfaat..

Mungkin, di antara kita para orangtua, masih ada yang menganggap bahwa belajar menggambar untuk anak-anak adalah sebuah kegiatan khusus bagi mereka yang berminat pada seni lukis, atau yang secara umum dikatakan bahwa ia ‘berbakat’. Dewasa ini banyak orangtua yang mengikutkan anak-anaknya pada kursus atau ekskul menggambar. Beberapa dari para orangtua mempunyai pandangan bahwa keterampilan menggambar dapat berguna di kemudian hari bagi karier putra-putri mereka. Misalnya, berkarier di dunia desain. Alasan seperti ini cukup tepat dan baik.

Ada pula orangtua yang ingin keterampilan anak mereka berkembang ke arah perkembangan mental, yaitu dengan mengikutsertakan anak pada perlombaan-perlombaan guna menguji keberanian dan semangat berkompetisi, syukur-syukur menang. Hal ini pun tidak buruk. Namun sebaiknya janganlah menjadi ambisi orangtua semata.

Kalau kita amati, ketika seorang anak belajar menggambar ternyata banyak latihan-latihan yang dapat mendukung perkembangan mereka, selain keterampilan ada pula manfaatnya bagi perkembangan emosi mereka. Sekarang marilah kita bahas lebih mendalam mengenai manfaat-manfaat dari belajar menggambar dan hubungannya dengan perkembangan seorang anak, baik dari segi keterampilan dan perkembangan emosi.

Empat aspek belajar menggambar

Ketika seorang anak belajar menggambar, akan terjadi sebuah aktivitas atau sebuah proses pembelajaran yang mencakup indera penglihatan, pikiran, mental dan fisik anak tersebut. Masing-masing proses itu berhubungan dengan perkembangan keterampilan dan mentalnya.

Untuk memperjelas, proses tersebut dibagi menjadi empat aspek, yaitu:

1. Aspek visual, yaitu kemampuan visual anak yang berkembang ketika mereka berlatih menggambar dengan seorang pembimbing. Aspek ini meliputi:

Kemampuan merekam

Ketika seorang anak belajar menggambar, kemampuan pertama yang dilatih adalah kemampuan visualnya, yaitu kemampuan seorang anak untuk merekam sebuah obyek/bentuk yang dilihat. Seorang anak yang menggambar dari hasil ingatan penglihatan dia adalah ciri-ciri anak yang cerdas. Ia akan berkembang menjadi anak yang mampu memvisualkan sebuah ide, mengungkapkannya dalam bentuk gambar.

Kemampuan membedakan bentuk, jarak dan proporsi

Dalam belajar menggambar seorang belajar membedakan sebuah bentuk dan melihat obyek-obyek dengan ukuran berbeda hal ini berkaitan dengan jauh-dekatnya obyek-obyek tersebut dalam pandangan. Selanjutnya, mereka akan dilatih melihat sebuah obyek secara proporsional bentuk dan ruang.

Kepekaan terhadap warna

Dalam belajar menggambar seorang anak juga akan berkenalan dengan warna-warna beserta teknik-teknik pewarnaannya. Dengan latihan mengenal warna seorang anak akan belajar terbiasa dengan penampilan yang selalu berwarna, hal ini berpengaruh pada selera terhadap keindahan-keindahan. Serta mereka akan belajar tentang hamonisasi.

2. Aspek pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang teknik-teknik menggambar.

Dalam belajar menggambar, seorang anak akan diperkenalkan pada teknik-teknik menggambar. Teknik-teknik dalam menggambar adalah pengetahuan yang diperlihatkan kepada anak. Pelatih mengajak dan melatih teknik ini sehingga anak tersebut menjadi terampil menerapkan pengetahuannya ketika bekerja.

3. Aspek mental, yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai perasaan dan keinginan yang ada dalam dirinya demi mencapai tujuan tertentu. Aspek Mental yang berkembang dalam latihan menggambar meliputi:

Konsentrasi

Seorang anak yang belajar menggambar akan terasah konsentrasinya secara alami. Ketika ia sedang mewarnai misalnya, ia akan berusaha mewarnai sudut-sudut gambar dengan tekun. Ia pun akan termotivasi untuk menyelesaikan lukisannya dengan hasil yang baik. Konsentrasi adalah proses pemusatan perhatian pada satu obyek atau satu pekerjaan. Konsentrasi akan membantu seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan hasil yang maksimal. Hal ini sangatlah baik bagi kehidupan. Lihatlah bangunan-bangunan yang megah berdiri, tentulah dirancang dan dibangun melalui konsentrasi. Secara mental, seseorang yang mempunyai daya konsentrasi baik juga akan merasa lebih tenang. Ini adalah manfaat positif dari latihan konsentrasi.

* Kesabaran dan daya tahan

Kesabaran adalah kekuatan mental yang baik. Tentu yang dimaksud dengan sabar di sini bukanlah diam menunggu. Seseorang dapat dikatakan sebagai orang sabar, bila mempunyai ciri sikap yang tidak mudah menyerah, mau mencoba dan jika gagal ia akan mau mencoba lagi dan terus mencoba (gigih). Namun, janganlah dilupakan bahwa salah satu faktor kesabaran adalah konsentrasi. Kesabaran seorang anak dilatih melalui latihan konsentrasi. Juga ketika ia berusaha untuk menggambar dengan sebaik-baiknya, bukan asal jadi. Kesabaran juga dilatih ketika mereka menerima hasil yang tidak memuaskan, namun pelatih memberi dorongan untuk mencoba lagi. Kesabaran di sini lebih condong kepada sikap tabah.

Daya tahan adalah semacam kekuatan mental (ulet), tahan bekerja lama, tidak mudah mengeluh dan (termasuk) semangat atau antusiasme. Walau salah satu faktor daya tahan seorang anak adalah faktor fisik atau asupan gizi, tapi daya tahan dapat dilatih atau dibiasakan. Kita semua mungkin setuju jika anak-anak walaupun masih kecil harus mulai diasah daya tahannya. Bahkan anak-anak yang sedang bermain seperti berlari atau melompat, bermain bola atau bermain yang lain mereka juga tentu memerlukan daya tahan.

4. Aspek motorik, yaitu kecepatan, kelenturan dan kekuatan

Ketika berlatih menggambar, motorik seorang anak yang berkembang adalah gerak otot, khususnya otot-otot halus anak yang berada di sekitar pergelangan tangan serta jari-jari. Aspek fisik ini berpengaruh terhadap mental dan keterampilan anak dalam menggambar. Semakin anak terampil ia akan semakin percaya diri.

Aspek-aspek dalam menggambar ini ternyata merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Tentulah kita sebagai orangtua menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang cemerlang sehingga kelak menjadi orang yang berhasil dan berguna. Seorang anak akan merasa senang jika ia dapat menciptakan buah karyanya sendiri, apalagi bila didukung oleh sikap orangtuanya. Kepercayaan dirinya akan turut tumbuh. Jika kita sebagai orangtua sudah memberi arahan yang benar pada putra-putri Anda, maka Anda tak perlu lagi khawatir bila kelak anak Anda ingin menjadi seorang “seniman”.

Tips merangsang imajinasi anak

Kunci untuk merangsang anak untuk mau belajar menggambar adalah komunikasi. Contoh, jika kita bepergian dengan anak ke suatu tempat, misalnya ke pasar, mall, restoran, supermarket, rekreasi ke tempat wisata, atau mungkin melintas di jalan tol, ajaklah anak untuk memperhatikan sesuatu.

Jika kita berada di supermarket, ajaklah anak untuk memperhatikan bentuk-bentuk rak, display barang-barang atau trolley. Atau, ajaklah mereka untuk memperhatikan orang yang antri di kasir. Jika kita berada di pasar, ajaklah mereka untuk memperhatikan kesibukan-kesibukan orang-orang yang berjual-beli.

Dalam hal visual, misalnya kita sedang berada di dalam kendaraan yang melaju di jalan tol, ajaklah anak untuk melihat jalan yang menyempit karena menjauh. Lihat pula benda-benda yang semakin menjauh akan semakin kecil, pohon-pohon dan mobil akan semakin mengecil karena semakin jauh dari kita. Hal ini melatih visual anak secara perspektif.

Di lain tempat seperti wisata ke pantai, ajaklah mereka memperhatikan bentuk pohon kelapa, perahu dan sebagainya. Atau kalau kita di pegunungan ajaklah untuk memperhatikan bentuk pohon cemara, gunung atau bukit dan sebagainya.

Memang kita bisa melakukan itu sambil menonton bersama mereka di depan televisi, hal itu pun boleh dilakukan. Namun, sesuatu yang akan lebih kuat berkesan dalam ingatan adalah melalui pengalaman langsung yang nyata. Saya percaya kita dapat melakukannya dengan mudah.

Selamat mencoba...

:

Monday, 14 January 2013

kisah nyata arif si narapidana cilik yang cerdas

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.


Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.


Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.


Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?


Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

"Siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.


Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.


Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.


Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.


Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.


Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.


Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!


Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.


* Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. * Tulisnya singkat.


Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.


Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

http://m.kaskus.co.id/thread/50ead6c42775b4a76d00000e/kisah-nyata-arif-si-narapidana-cilik-yang-cerdas/